Jumat, 25 Juni 2010

Just Say... I Don't Know...

Menjadi cerdas, tidak berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang, jawaban paling cerdas yang kita dapat katakan adalah “Saya tidak tahu…”. Diperlukan rasa percaya diri dan kecerdasan ekstra untuk mengakui ketidaktahuan kita. Dan saat kita melakukannya, kita sedang berada dalam proses mempelajari jawaban sesungguhnya.

Seringkali, karena alasan kebanggaan dan mencegah rasa tidak aman, kita mengatakan tahu, kita mengatakan tahu, padahal kita tidak tahu. Lewat cara ini, kita telah menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Percayalah, tidak ada salahnya jika kita tidak mengetahui suatu hal.

Bagian terpenting dari kebijaksanaan adalah mengetahui batas pengetahuan anda. Mengetahui apa yang kita tahu dan apa yang kita tidak tahu. Orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang tahu dan mengerti, bahwa tak semua pertanyaan dapat ia jawab. Orang yang benar-benar cerdas, adalah orang yang mau bertanya, mau belajar, mau bertumbuh.

Gunakan pengetahuan yang anda miliki, dan miliki pengetahuan yang anda perlukan. Itu adalah jalan terbaik yang dapat anda tempuh.

Bercerminlah Pada Diri Sendiri!

Ketika dua cermin saling berhadapan, muncul pantulan yang tak terhingga. Begitulah jika kita mau bercermin pada diri sendiri. Akan kita temukan bayangan yang tak terhingga. Bayangan itu adalah kemampuan yang tak terhingga. Bayangan itu adalah kemampuan yang luar biasa, ketakterbatasan yang memberi kekuatan untuk menembus batas rintangan diri. bercerminlah pada diri sendiri, dan temukan kekuatan itu.

Singkirkan cermin dari orang lain. Disana hanya terlihat kekurangan dan kelemahan kita yang akan memupuk ketidakpuasan saja. Dan ini akan menjerumuskan kita ke dalam jurang kekecewaan.

Anda bukan orang lain. Anda adalah Anda yang memiliki jalan keberhasilan sendiri. Mulailah hari ini dengan menatap wajah Anda. Carilah bayangan yang tak terhingga itu. Di sana ada kekuatan yang akan membawa Anda ke puncak keberhasilan.

Cara Alam Menghibur Kita

Pernahkah Anda mengalami ketika hujan deras mengguyur, Anda lupa membawa payung. Lalu Anda pun basah kuyup kedinginan. Namun, ketika Anda menyiapkan jas hujan, justru panas dan terik datang membakar hari. Sebalkah Anda?

Atau mungkin Anda pernah terburu-buru mengejar waktu, tetapi perjalanan malah tersendat, seolah membiarkan Anda terlambat. Namun, ketika Anda ingin melaju dengan tenang, pengendara lain malah membunyikan klakson agar Anda mempercepat laju kendaraan. Sebalkah Anda? Mengapa seringkali keadaan tak bersahabat? Mereka seakan meledek, mengecoh, bahkan tertawa terbahak-bahak. Inikah yang disebut “kesialan” atau “ketidakmujuran”?

Sadarilah, itu adalah cara alam menghibur kita. Itulah cara alam mengajak kita tersenyum, menertawakan diri sendiri, dan bergurau secara nyata. Kejengkelan dan kesebalan itu muncul karena kita tak mencoba bersahabat dengan keadaan. Kita hanya mementingkan diri sendiri. Kita lupa bahwa jika toh keinginan kita tidak tercapai, tak ada salahnya jika kita menyambutnya dengan senyum. Meski serasa kecut, tak apalah… ^_^